Kasus Mafia Pajak Gayus Sudah Dibonsai

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta – Adnan Buyung Nasution menilai berkas kasus mafia Pajak Gayus Tambunan janggal. Dalam berkas yang sudah rampung dan diajukan ke persidangan justru banyak keanehan. Kasus Gayus tidak digarap maksimal  untuk mengungkap rahasia besar kasus itu.

“Saya mengalami dilema, semula saat baca berkasnya saya melihat perkara ini sudah dibonsai,” kata Buyung dalam jumpa pers di kantor Menara Global, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Kamis (18/11/2010).

Padahal, lanjut Buyung, kasus Gayus ini entry poin sebuah kesempatan emas untuk membuka seluruh dugaan mafia Pajak dan mafia hukum.

“Tapi saya tidak putus asa, saya masih berusaha membuka satu demi satu. Mudah-mudahan hakimnya terbuka mau mencari kebenaran sejati, jaksanya pun begitu,” imbuhnya.

Buyung menjelaskan, berdasarkan data PPATK ada uang Gayus Rp 25 miliar yang sudah diblokir, kemudian ada lagi Rp 75 miliar yang diblokir setelahnya. Nah, dari mana asal uang itu saja tidak terungkap jelas.

“Tentu orang bertanya dari mana uang itu? Gayus hanya golongan IIIB, dari mana itu semua? Sudah tahu dia orang pajak, prosesnya logikanya dari Pajak juga,” jelasnya.

Dia menilai dalam sidang Gayus ini, pihak kepolisian dan kejaksaan hanya bermain-main saja, tidak menyentuh aktor atau pemain besar di kasus Pajak.

“Berpuluh perusahaan yang diduga memberikan uang, tapi yang dijadikan perkara hanya PT Surya Alam Tunggal yang notabene tidak ada uang satupun dari perusahaan itu yang masuk ke situ. Saya anggap ini perkara yang dicari-cari membuktikan ada permainan pajak,” tutupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s