Hukum Perikatan

Pengertian hukum perikatan

Pengertian perikatan adalah suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang atau lebih, atas dasar mana pihak yang satu berhak (kreditur) dan pihak lain berkewajiban (debitur) atas sesuatu prestasi.

Dasar hukum perikatan berdasarkan KUHP perdata terdapat tiga sumber adalah sebagai berikut :

  • Perikatan yang timbul dari persetujuan (perjanjian).
  • Perikatan yang timbul dari undang-undang.
  • Perikatan terjadi bukan perjanjian, tetapi terjadi karena perbuatan melanggar hokum (onrechtmatige daad) dan perwakilan sukarela (zaakwarneming).

Asas – Asas Hukum Perikatan

Asas-asas dalam hukum perjanjian diatur dalam Buku III KUH Perdata, yakni menganut azas kebebasan berkontrak dan azas konsensualisme.

Wanprestasi dan Akibat Hukum Perikatan

Wanprestasi adalah tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajiban sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian yang dibuat antara kreditur dengan debitur. Ada empat kategori dari wanprestasi, yaitu :

  • Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya
  • Melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana yang dijanjikan
  • Melakukan apa yang dijanjikan tetapi terlambat
  • Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya

Akibat-akibat wanprestasi berupa hukuman atau akibat-akibat bagi debitur yang melakukan wanprestasi, dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

  • Membayar kerugian yang diderita oleh kreditur ( ganti rugi )
  • Pembatalan perjanjian atau pemecahan perjanjian
  • Peralihan resiko

Hapusnya Hukum Perikatan

Meskipun suatu perjanjian di harapkan dapat terlaksana sebagaimana kehendak awal para pihak. namun sebuah perjanjian terkadang di hadapakna dengan one prestasi atau kelalaian salah satu pihak dalam melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya. berikut dikemukakan berbagi hal apa sajakah yang dapat mengakibatkan hapusnya perikatan pasal 1381 KUH.Pdt. menyebutkan sepuluh cara hapusnya suatu perikatan,ialah :

  • Pembayaran
  • Penawaran pembayaran tunai disertai dengan penitipan (consignatie)
  • Pembaharuan utang
  • Perjumpaan hutang (compensasi)
  • Percampuran hutang
  • Pembebasan hutang
  • Musnahnya benda yang berutang barang itu sama sekali diluar kesalahan siberhutang dan sebelumnya ia lalai menyerahkan.
  • Pembatalan perjanjian
  • Berlakunya syarat batal
  • Lewat waktu/daluwarsa, perihal lewat waktu/daluwarsa secara khusus akan dibahas dalam buku IV KUH.Pdt.

Sumber :

http://hardyhukumumi10.wordpress.com/2011/06/29/hapusnya-perikatan/

http://dedefadhillah.blogspot.com/2012/03/hukum-perikatan-wanprestasi-dan.html

http://www.jurnalhukum.com/pengertian-perikatan/

http://lailly0490.blogspot.com/2010/04/hukum-perikatan_01.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s